
“STOP AIDS”: Tingkatkan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua, itulah slogan yang ditetapankan pada peringatan hari AIDS sedunia tahun ini. Mengusung tema secara internasional oleh PBB yaitu Universal Access & Human Right. Untuk Indonesia, tema tersebut
diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia. Dengan sub tema "Peningkatan hak dan akses pendidikan untuk semua, guna menekan laju epidemi HIV di Indonesia menuju tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)".
Hari AIDS Sedunia (HAS) yang kita peringati setiap tanggal 1 Desember dilaksanakan untuk
meningkatkan kesadaran semua pihak akan epidemi AIDS yang sampai sekarang belum juga bisa
dikendalikan di tanah air kita tercinta. Kesempatan ini sekaligus sebagai wadah untuk menunjukkan
komitmen dan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang
telah terinfeksi HIV dan meningkatkan upaya menurunkan jumlah penularan HIV terutama di
kalangan generasi penerus bangsa. Dari tahun ke tahun jumlah pengidap AIDS semakin meningkat. Menurut data Kementerian
Kesehatan hingga Juni 2010 dari 21.770 kasus pengidap AIDS sejak tahun 1987, sekitar 50%
diantaranya adalah berusia 20-29 tahun, dan telah tertular infeksi HIV sejak usia 10-19 tahun. Sampai saat ini orang yang telah terinfeksi HIV di seluruh dunia mencapai 60 juta orang dan 25 juta di antaranya telah meninggal dunia (UNAIDS, 2009).
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan merupakan ancaman serius bagi kelangsungan
generasi penerus bangsa, karena usia tersebut adalah usia muda dan usia produktif.
Di Indonesia, secara kumulatif sejak tahun 1987, kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 21.770
dan 4.128 di antaranya telah meninggal dunia (Kemkes, Juni 2010).
Perkembangan epidemi HIV di
Indonesia termasuk yang tercepat di wilayah Asia. Berdasarkan permodelan epidemik, jika pada
tahun 2008 di Indonesia jumlah orang yang hidup dengan HIV dan AIDS tercatat mencapai
277.700 orang, maka jumlah itu akan mencapai dua kali lipatnya pada tahun 2014, yaitu berjumlah
501.400 orang. Jika tidak dilakukan upaya penanggulangan yang memadai, bukan tidak mungkin
hal itu akan menjadi kenyataan bahkan bisa lebih daripada itu mengingat fenomena HIV/AIDS dan
penyebarannya adalah fenomena gunug es yang terlihat permukaannya saja tetapi kenyataan
sesungguhnya tidak pernah terungkap secara jelas. Sebuah ancaman yang benar-benar serius bagi
kelangsungan tatanan sosial masyarakat dan bangsa ini.
Oleh karena itu berbagai upaya lebih seksama harus dilakukan untuk menekan laju epidemi AIDS di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memberdayakan generasi muda agar mampu melindungi dirinya sendiri dari ancaman penyakit HIV dan AIDS melalui pendidikan, baik formal, nonformal, maupun informal.
Diperlukan sebuah upaya bersama untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan
kesadaran masyarakat luas tentang fenomena HIV/AIDS. Dengan pengetahuan dan pemahaman
masyarakat yang lebih baik, diharapkan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi
HIV akan semakin berkurang sehingga akan mendorong orang untuk terbuka dan berani
mengetahui status HIV-nya. Situasi seperti ini serta merta akan memudahkan upaya pemetaan
perkembangan pendemi AIDS sehingga upaya penanggulangan dan pencegahannya pun akan
lebih tepat dan cepat.
Semoga melalui peringatan HAS tahun ini, pengetahuan masyarakat tentang masalah HIV dan AIDS
semakin meningkat sehingga setiap orang lebih arif dalam menyikapi masalah ini. Melalui peringatan HAS tahun ini juga diharapkan akan semakin banyak orang yang datang di unit-unit layanan baik untuk konseling, testing, maupun untuk mendapatkan dukungan dan pengobatan untuk
kualitas hidup yang lebih baik. (HAS, 2010).
|