
Hari-hari yang ditunggu di bulan suci Ramadhan
pun tiba, yaitu Peringatan Nuzulul Qur’an, Kepala Sekolah , Guru , Karyawan
beserta siswa kelas VII - IX mengadakan acara
tersebut di Musholla Nurul Hikmah SMP N 1 Karanganyar. Sebelum acara Nuzulul
Qur'an dimulai, diawali buka bersama dilanjutkan dengan Sholat Maqrib
berjamaah, Tadarus Al Qur'an, Sholat Isya dan Tarawih berjamaah. Acara buka
bersama dimulai pukul 17.00 s.d. selesai, dengan Pembicara Bapak Abdul Syukur,
S.Pd . Para siswa sangat antusias mengikuti acara tersebut, hal ini menandakan
bahwa siswa ingin mengetahui lebih jauh tentang Nuzulul Qur'an. Peringatan itu
dimulai setelah Sholat Terawih selesai. Sebelum acara inti peringatan tersebut,
Beliau Kepala Sekolah, H. Suparmin, S.Pd menyampaikan kepada para siswa, bahwa
peringatan Nuzulul Qur'an sangat penting untuk kita teladani, karena pada
tanggal 17 Ramadhan merupakan hari yang mengingatkan kita bagi umat Muslim,
dalam menjalani kehidupan dengan pemikiran cerdas dan didasari dengan akhlak
dan perilaku yang mulia seperti yang sudah disebutkan di dalam QS. Al Alaq
ayat 1 – 5.
Setelah sambutan dari Kepala Sekolah, baru
dilanjutkan acara inti dengan tausiah yang
disampaikan oleh Bapak Soderi, S.Ag, Adapun inti dari tausiah tersebut bahwa yang menjadi
dasar kaum muslimin didalam memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17
Ramadhan ,diturunkannya ayat pertama dari surat al Alaq kepada Nabi Muhammad
saw, Arti surat tersebut adalah ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang
Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Maksudnya: Allah
mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.” (QS. Al Alaq : 1-5).
Disamping itu, Bapak Soderi, S.Ag, mengingatkan
kepada semua muslimin da muslimat yang hadir pada waktu itu khususnya siswa,
agar jangan mudah percaya dengan namanya ilmu Nujum (ramalan) karena hal
tersebut dapat menjebak dalam kemusrikan. Hal seperti itu pernah terjadi pada
zaman jahiliyah (kebodohan). Keadaan pada zaman itu umat manusia bodoh
akhlaknya, dan tidak didasari dengan tauhid sehingga umat manusia banyak yang
menyembah berhala seperti patung dan percaya dengan nasib yang diperoleh dari
ramalan. “Jika kita pada zaman sekarang ini, masih percaya dengan ramalan, sama
saja kita kembali lagi pada jaman kebodohan” Ujarnya. Maka dari itu kita harus
tingkatkan iman dan ketaqwaan kita hanya semata kepada Sang Maha Pencipta, dan
yakin bahwa Dia ada. Dengan kenyakinan itu dapat membawa kehidupan kita dengan
pemikiran cerdas, didasari dengan akhlak dan perilaku yang mulia, serta tidak
akan terjebak ke dalam kemusrikan dan dapat membawa Negara kita menjadi cerdas,
Amin…
|